BALAI DIUJUNG TANJUNG
BALAI DIUJUNG TANJUNG
Balai diujung tanjung bangunan yang berada tepat di pinggir tanjung.Awalnya, balai ini dibangun oleh Sultan Iskandar Muda sebagai tempat persinggahan dan peristirahatan perjalananan sang raja. Namun, setelah pengerjaan balai ini selesai, barulah Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah dinobatkan menjadi Sultan Asahan di usia 16 tahun, untuk memimpin Kerajaan Asahan di bawah kekuasaan Kerajaan Aceh.
Lama kelamaan, balai ini pun semakin banyak disinggahi, karena letaknya yang strategis sebagai tempat perlintasan menuju ke hulu Sungai Silau maupun Sungai Asahan. Sehingga berkembanglah tempat ini menjadi sebuah perkampungan.Balai Di Ujung Tanjung, begitulah masyarakat Tanjungbalai menyebut sebuah bangunan replika lebih kurang berukuran 20 meter persegi. Balai ini terletak di tanjung, pertemuan 2 sungai yaitu Asahan dan Silau. Konon balai ini merupakan cikal bakal penamaan Kota Tanjungbalai. Diceritakan pada Tahun 1620, putra Sultan Iskandar Muda (Sultan Kerajaan Aceh) yang bernama Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah dinobatkan menjadi sultan pertama Kerajaan Asahan usai mangkatnya sang ayah pada 27 Desember 1620.Tanjung ini memang sudah mengalami pembaruan dari bentuk aslinya. Tepatnya bangunan ini terletak di Jalan Asahan, Kelurahan Indra Sakti, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, Tanjungbalai. Sayangnya saat ini Balai di Ujung Tanjung terkesan kurang mendapat perhatian pemerintah setempat dan terlihat kawasan di sekitar bangunan ini kurang terawat. Padahal tentu saja bangunan ini berpotensi dijadikan kawasan wisata, karena nilai historis dan lokasinya yang strategis terletak di ujung tanjung.
Komentar
Posting Komentar